Sabtu, 18 Juli 2009

pengorbanan terbesar

keterangan :
L : linda
I.L : ibu linda
P : pria yang menerima mata

Tik-tik-tik-tik-tik
nama : Linda Bertische
pekerjaan : Guru
keahlian khusus : menulis puisi, melukis
jenis penyaikt : tumor otak akut

L : ADUUHHHH !

Linda Bertische, telah memperlihatkan bakatnya dalam bidang menulis puisi dan melukis. ketika berumur 28 tahun, tiba-tiba di jatuh pingsan. setelah mengeluh sakit kepala hebat.
bahkan jika dia menjalani operasi, kesempatan untuk selamat hanya 2 %. jadi lebih baik dia diberi kesempatan enam bulan untuk menjalani dan menikmati sisa hidupnya daripada dioperasi sekarang.
enam bulan........
enam bulan yang tersisa bagiku untuk melihat, menyentuh, menulis, dan melukis dunia.......
enam bulan.....

L : linda, jangan bersedih. kamu memiliki waktu enam bulan untuk mencintai dunia. untuk enam bulan ke depan yang tersisa bagiku, aku akan mengekspresikan segalanya yang ku cintai. dengan pensil, dan gambar....

dengan penuh gairah, linda menulis puisi dan melukis selama enam bulan. semua puisi yang ditulisnya telah diterbitkan di majalah-majalah sastra, kecuali satu. semua lukisan yang dibuatnya, kecuali satu, telah di pamerkan di galeri-galeri terkenal dan terjual habis.
enam bulan kemudian, sehari sebelum menjalanu operasi, dia menulis surat wasiat. dan untuk berjaga-jaga dia menandatangani formulir untuk menyumbangkan semua organ tubuhnya.
sebuah pensil yang di pegang oleh linda jatuh dari tangannya dan berguling-guling.
sayangnya, operasinya tidak berhasil.
kornea matanya dikirim ke bank mata di Badastar, Maryland.
kemudian, matanya disumbangkan kepada seorang pasien di South Carolina.
dan seorang pria berusia 28 tahun menemukan cahaya terang di dalam kegelapan.

pria itu menuju ke rumah linda.
Ding-Dong Ding-Dong
I.L : siapa itu ?
P : saya mencari rumah kediaman Linda Bertische.
I.L : saya ibu linda, tetapi ........
P : maaf atas kelancangan saya datang ke rumah anda tanpa memberitahu dahulu. saya orang yang menerima mata Linda Bertische.
I.L : oh...
P : sementara menunggu di operasi, saya berpikir jika operasinya berhasil dan saya dapat melihat dunia, pertama-tama saya akan mengunjungi rumah orang tua Linda, dan mengucapkan terima kasih, saya juga ingin melihat rumah tempat LInda di besarkan dengan hati mulia.
I.L : ah.. linda-ku sekarang ada di dalam mata mu. Linda-ku sedang menatapku sekarang. terima kasih, silahkan masuk. aku begitu bahagia melihat lagi mata biru Linda yang jernih.... jika kau tidak berkeberatan, kami ingin menghabiskan akhir pekan dengan mu. suamiku juga akan menyukainya. ini ruangan yang biasa digunakan Linda. sambil menunjukannya.
I.L : aku begitu kehilangan dia. itu sebabnya aku membiarkan ruangan ini seperti ketika dia meninggalkan kami. Plato adalah buku yang dibaca Linda sampai dia menjalani ooperasi.
P : ah.... benarkah ?? aku juga sedang membaca "Plato" saat itu, dalam huruf Braille.

linda juga sedang membaca Hegel. pada saat yang sama, aku juga sedang membaca Hegel dalam huruf Braille. pikir pria itu dalam hati.

I.L : tunggu sebentar..... rasanya aku pernah melihatmu sebelumnya entah di mana. dimana aku melihatnya? aku yakin pernah melihat mu sebelumnya. Benar, lukisan ini yang terakhir dibuat linda. ini lukisan laki-laki idaman Linda, dan anehnya dia mirip denganmu.dan ini puisi terakhir yang ditulis linda, tepat sebelum dia menjalani operasi. semua puisinya telah diterbitkan, kecuali yang ini. mungkin karena dia bermaksud memperlihatkannya padamu, dan juga lukisan ini.

isi puisi Linda :




Tidak ada komentar:

Posting Komentar